Minggu, 07 Desember 2014

Pengertian Dasar K3 (Occupational Health and Safety)

Definisi tentang K3 adalah yang dirumuskan oleh ILO/WHO Joint Safety and Health Committee, yaitu : Occupational Health and Safety is the promotion and maintenance of the highest degree of physical, mental and social well-being of all occupation; the prevention among workers of departures from health caused by their working conditions; the protection of workers in their employment from risk resulting from factors adverse to health; the placing and maintenance of the worker in an occupational environment adapted to his physiological and psychological equipment and to summarize the adaptation of work to man and each man to his job.

   Bila dicermati definisi K3 di atas maka definisi tersebut dapat dipilah-pilah dalam beberapa kalimat yang menunjukkan bahwa K3 adalah :
Promosi dan memelihara deraja tertinggi semua pekerja baik secara fisik, mental, dan kesejahteraan sosial di semua jenis pekerjaan ;  Untuk mencegah penurunan kesehatan kesehatan pekerja yang disebabkan oleh kondisi pekerjaan mereka ; Melindungi pekerja pada setiap pekerjaan dari risiko yang timbul dari faktor-faktor yang dapat mengganggu kesehatan ; Penempatan dan memelihara pekerja di lingkungan kerja yang sesuai dengan kondisi fisologis dan psikologis pekerja dan    untuk menciptakan kesesuaian antara pekerjaan dengan pekerja dan setiap orang dengan tugasnya.
      Dari pengertian di atas dapat diambil suatu tujuan dari K3 yaitu untuk menjaga dan meningkatkan status kesehatan pekerja pada tingkat yang tinggi dan terbebas dari faktorfaktor di lingkungan kerja yang dapat menyebabkan terjadinya gangguan kesehatan.  Definisi K3 yang dirumuskan oleh ILO dan WHO dapat ditelaah dengan menggunakan sistematika 4W (What, Who, When, Where) dan 1 H (How).
What
     
Kata “what” berarti apa atau apakah. Dalam konteks pembahasan ini sesuai dengan definisi di atas maka yang dimaksud dengan what adalah apa yang menjadi perhatian dalam keilmuan K3. Dari definisi di atas terlihat konsern K3 yang dirumuskan lebih memperhatikan aspek kesehatan dengan penekanan terhadap pengendalian terhadap potensi-potensi hazard yang ada di lingkungan kerja. Pada definisi di atas juga terlihat sedikit mengenai aspek keserasian antara pekerja dengan pekerjaan dan lingkungan kerja (aspek ergonomic).
Who
     Pada definisi di atas yang dimaksud dengan “who” adalah semua pekerja yang berada di tempat kerja mulai dari level tertingi dalam manajemen sampai level terendah. Aspek yang diperhatikan meliputi fisik, mental dan kesejahteraan sosial.
When
   Bila merujuk pada definisi di atas yang mana terdapat kata promotion, prevention, protection,dan maintenance, menunjukkan bahwa K3 dalam penerapannya dilakukan di semua tahapan proses. Tahapan yang dimaksud misalnya tahap disain (preventif dan promotif), tahap proses berjalan (protection dan maintenance) serta dapat dilakukan pada saat pasca operasi khusunya untuk penanganan masalah keselamatan dan kesehatan produk dan masalah limbah produksi.
Where
    Where yang berarti di mana pada definisi di atas berarti tempat di mana K3 harus di jalankan atau dilaksanakan. Bila merujuk pada definisi di atas, maka tempat penerapan K3 adalah pada setiap pekerjaan di lingkungan kerja.
How
     How yang berarti bagaimana maksudnya adalah bagaimana metode untuk melaksanakan K3 di lingkungan kerja pada semua jenis pekerjaan. Terlihat bahwa penerapan K3 menurut ILO/WHO adalah dengan melakukan promotive, preventive, protective, maintenance dan adaptative.

Senin, 17 November 2014

Materi Pertemuan Teknis 2014

pemantauan online download disini
pesawat tanpa awak download disini
materi peraturan download disini
evaluasi reklamasi download disini

Senin, 22 September 2014

Perhitungan Jaminan Reklamasi

download disini

Identifying-Root-Causes-Of-Constuction-Accident

download disini

CONTOH RENCANA REKLAMASI

download disini

PERHITUNGAN JAMINAN REKLAMASI

silahkan email ke rudhyxxx@gmail.com

Hazard and Risk

  1. Hazard
Hazard adalah sesuatu yang mempunyai potensi membahayakan keselamatan, keamanan, kesehatan, dan kenyamanan orang di tempat kerja. Hazard (bahaya) adalah sesuatu yang dapat menyebabkan cedera pada manusia atau kerusakan pada alat atau lingkungan.

Contoh hazard:
1)      Batuan rapuh di tambang bawah tanah
Batuan rapuh di bawah tanah mempunyai potensi bahaya yang besar bagi keselamatan para pekerja karena banyak kemungkinan yang dapat terjadi dari batuan rapuh tersebut
2)      Bahan kimia
Bahan kimia termasuk hazard karena potensi untuk menyebabkan gangguan kesehatan dan keselamatan bagi para pekerja dan orang yang ada di sekitar bahan kimia tersebut’ kebanyakan bahan kima bersifat toxic
3)      Listrik
Listrik termasuk hazard krena potensi bahayanya yang bisa kapanpun mengancam keselamatan orang yang ada di sekitarnya.
4)      Beban berat
Beban berat termasuk hazard karena banyak potensi bahaya dari beban tersebut bagi keselamatan manusia
5)      Api
            Api mempunyai potensi bahaya yg cukup tinggi bagi keselamatan dan kesehatan    
            manusia
 
 2. RISK (Resiko)
Risk (resiko) didefinisikan sebagai peluang terpaparnya seseorang atau alat pada suatu hazard (bahaya). 

Contoh: 
1)      Keracunan makanan
Makanan yang termasuk unsur risk adalah jika makanan tersebut tidak diolah dan disajikan secara benar di tempat pekerja.
2)      Tersengat listik
Listrik yang ada di tempat kerja apalagi yang bermasalah (lecet) mempunyai kemungkinan yang tinggi untuk mengancam keselamatan para pekerja
3)      Ngantuk
Ngentuk merupakan risk karena jika dalam pekerjaan pekerja tersebut mengantuk maka potensi terjadinya keselakaan sangat tinggi
4)      Kelelahan
Kelelahan merupakan risk karena dari pekerja yang mengalami kelelahan maka akan mengurangi fokus kerjanya dan mempunyai potensi besar untuk terkena bahaya.
5)      Merokok
Merokok merupakan risk karena rokok itu mengandung percikan atau api kecil yang dapat mempunyai potensi bahaya mengancam keselamatan pekerja jika berada pada sekitar bahan yg mudah meledak
6)      Heat stress
            Kondisi heat stress mempunyai resiko yang besar karena dapat mengancam 
            keselamatan pekarja pada saat bekarja.